Malaikat Maut Tersenyum

Bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam: “Sesungguhnya tempat perjanjian kalian dengan aku bukanlah di dunia, tempat perjanjian kalian dengaku adalah di haudh (telaga). Demi Allah, sungguh seakan-akan aku sekarang sedang melihat kepadanya di depanku ini. Wahai manusia, demi Allah,tidaklah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi yang aku khawatirkan adalah dibukanya dunia atas kalian, sehingga kalian akanberlomba-loba mendapatkannya, sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah berlomba-lomba untuk mendaatkannya. Maka dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana dia telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.”
Itulah penggalan khutbah Rasulullah SAW sebelum Malaikat Maut menjemputnya. Simaklah kisahnya dalam buku sederhana ini.

Penulis : Abu Zamiluni Al Faruq
Ukuran : 13.5 x 20.5 cm
Harga : Rp23.000,00
Tebal : v + 112 halaman

Untuk Apa Shalat

Shalat merupakan tiang agama Islam. Begitu banyak kaum mukmin yang melakukan shalat, karena mereka melihat orang lain shalat. Mereka bukan takut jika meninggalkan shalat dengan sengaja akan kafir da dibenci Allah SWT, tapi mereka takut jika orang-orang menganggap diri mereka adalah pengkhianat agama bahkan disebut “Islam KTP”. Akibatnya, shalat mereka hanya diisi dengan ketakutan kepada persepsi orang, bukan takut kepada “persepsi” Allah SWT…
Akankah kita biarkan diri kita larut dalam kesalahan-kesalahan seperti ini berlarut-larut? Membuat diri kita tidak khusyu..membuat kita tak tahu bahwa shalat ternyata memiliki tujuan-tujuan terselubung yang Allah SWT anugrahkan pada kita…
Maka ketahuilah, UNTUK APA ANDA SHALAT?

Penulis : Abu Iqbal Al Mutawakkil
Ukuran : 1.5 x 20.5 cm
Harga : Rp23.000,00
Tebal : vi + 85 halaman

Sang Penghancur Shalat

Shalat berjama’ah. Ketika pertama ia disebutkan, maka batin kita akan langsung mengenalinya sebagai sebuah kemuliaan tertinggi dalam hidup seorang muslim. Ia menjadi tolak ukur penilaian terhadap kesuluruhan perbuatan seseorang.
Menjadi sebuah kewajiban bagi seorang yang mengaku beriman untuk memperlihatkan kualitas shalat yang ia dirikan. Bukankah telah lazim kita saksikan sekarang ini, di mana shalat begitu disia-siakan?
Buku ini mencoba mengkaji beberapa kekeliruan dalam shalat berjama’ah yang lazim kita temukan. Tentu bukan dengan niat merendahkan, apalagi menghina. Sebaliknya, buku ini adalah tanda cinta kasih dan ukhuwah bagi sesama muslim, agar terselamatkan dari berbagai penyimpangan yang menjerat shalat jama’ah kita.

Penulis : Abu Hafizh
Ukuran : 13.5 x 20,5 cm
Harga : Rp25.000,00
Tebal viii + 108 halaman